‘24 bidadari menorehkan isi hati. Tak hanya lembut, indah, kenes tapi juga tegas, cerdas dan tuntas. Merobohkan kejahatan pikiran yang melecehkan akibat memandang perempuan sebelah mata. Inilah gebrakan yang tidak lagi membedakan gender dalam hak, kewajiban, kesempatan dan kemampuan, dengan sastra sebagai ujung tombaknya. Tabik, angkat topi menyambut suara mereka yang mewakili berbagai b…